Jumat, 11 Januari 2013

PEMBUKAAN PROGRAM WIRA USAHA BATIK

Pembukaan Wira Usaha Batik di SLBN 1 Bantul

Program wira usaha batik yang di selengarakan oleh sanggar kerja SLB N 1 Bantul merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendidik siswa agar trampil untuk berkarya seni kerajinan batik, kegiatan wira usaha ini di selenggarakan oleh SLBN 1 Bantul dengan Modal usaha dari anggaran negara melalui APBN, Program ini merupakan ber skala Nasional di seluruh Indonesia hanya terpilih  delapan ( 8 ) Seklolahan Luar Biasa/ ABK yang mendapatkan program kegiatan ini.

Dengan tujuan melanjutkan program wira usaha batik yang telah di laksanakan pada tahun - tahun sebelumya dengan melibatak siswa aktif maupun alumni dari SLB N 1 bantul yang berdomisili di wilayah sekitar seklohan dan memiliki potensi baik di bidang batik namun belum ter tampung di dunia usaha.

Melihat pengalaman yang telah di laksanakan sebelumya kegiatan wira usaha batik ini sangat besar manfaatnya bagi murid maupun alumni karena siswa yang aktif akan menambah bekal ketrampilan membatik, sedangkan bagi alumni akan menambah penghasilan dari berkarya batik ini di karenakan ada penghargaan nilai incom dari karya yang di hasilkan nanti.

Untuk langkah awal program batik ini akan menyelesaikan karya batik pesanan/ order yang sudah  masuk di sekolahan.

Program kegiatan ini di bagi menjadi 2 kelompok kerja latihan dan lanjutan:
1. Untuk siswa B/ Tuna Rungu wicara
2. Untuk siswa Tuna grahita dan Tuna daksa.

Sedangkan untuk alumni merupakan program lanjutan dan tingkat mahir yang merpupakan program produksi karya, selain itu dari almuni bertujuan untuk membimbing juga adik - adik kelasnya yang masih sedikit belom pengalaman.

Rabu, 12 Desember 2012

Kegiatan Membatik di Sanggar Kaliba

proses pencantingan dan pewarnaan

Proses membatik di sanggar kaliba yang merupakan kegiatan rutin bagi Guru maupun karyawan SLB N 1 Bantul Yogyakarta
Proses kegiatan ini di lakukan setiap hari bagi guru maupun karyawan yang suka dan tertarik berkarya dan berbisnis batik, di bimbing oleh ahli pakar batik/ mendatangkan praktisi perajin batik.
Selain untuk guru dan karyawan, murid dan anak didik di SLBN 1 Bantul juga di ajari dari tingkatan dasar hingga mahir/ kelas karya.

Tahapan Cara Membatik



  • Langkah pertama adalah membuat desain batik yang biasa disebut molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda. Ada yang lebih suka untuk membuat motif sendiri, namun yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif-motif umum yang telah ada. Motif yang kerap dipakai di Indonesia sendiri adalah batik yang terbagi menjadi 2 : batik klasik, yang banyak bermain dengan simbol-simbol, dan batik pesisiran dengan ciri khas natural seperti gambar bunga dan kupu-kupu. Membuat design atau motif ini dapat menggunakan pensil.
  • Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut.
  • Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.
  • Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu .
  • Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
  • Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.
  • Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.
  • Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku.
  • Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua.
  • Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
  • Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu kuatir, pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah Anda gambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur). Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan.
  • Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.

PENGERTIAN BATIK


Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literaturinternasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhanteknikteknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi(Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober2009